Kembali ke daftar berita
Senin, 07 September 2026 Laporan Kegiatan

Tes Diagnostik Literasi, Numerasi, dan Bahasa Inggris: Memetakan Kebutuhan Belajar Siswa SMP Insan Rabbany

Oleh Koesdini Sandrasofia, M.Pd.
Tes Diagnostik Literasi, Numerasi, dan Bahasa Inggris: Memetakan Kebutuhan Belajar Siswa SMP Insan Rabbany

SMP Insan Rabbany menyelenggarakan tes diagnostik literasi, numerasi, dan Bahasa Inggris untuk memperoleh gambaran awal mengenai kemampuan akademik peserta didik. Hasil asesmen ini akan menjadi dasar bagi sekolah dalam memetakan kemampuan dan kebutuhan belajar siswa serta menentukan strategi pembelajaran, program remedial, pengayaan, dan tindak lanjut yang sesuai.

Pelaksanaan tes diagnostik merupakan hasil kerja sama SMP Insan Rabbany dengan tiga lembaga bimbingan belajar, yaitu Brain Academy, Nurul Fikri, dan English Academy. Pembagian kerja sama disesuaikan dengan jenjang kelas dan jenis asesmen yang diberikan.

Jadwal dan Peserta Tes Diagnostik

  • Kelas VII mengikuti tes diagnostik literasi dan numerasi bersama Brain Academy pada 17 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 132 siswa.
  • Kelas VIII mengikuti tes diagnostik literasi dan numerasi bersama Nurul Fikri pada 7 Agustus 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 99 siswa.
  • Kelas IX mengikuti tes diagnostik literasi dan numerasi bersama Brain Academy pada 24 Juli 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 96 siswa.
  • Tes Bahasa Inggris dilaksanakan bersama English Academy secara bertahap pada 22, 24, dan 30 Juli 2026 untuk memetakan kemampuan awal Bahasa Inggris peserta didik.

Seluruh tes dilaksanakan berbasis komputer (Computer-Based Test) dengan memanfaatkan fasilitas Laboratorium Komputer SMP Insan Rabbany. Peserta didik mengerjakan asesmen menggunakan komputer maupun laptop yang telah disiapkan oleh sekolah. Pelaksanaan dibagi ke dalam beberapa tahap sesuai dengan jadwal dan sesi setiap kelas.

Memetakan Tiga Bidang Kemampuan

Tes literasi dirancang untuk mengetahui kemampuan peserta didik dalam memahami, menginterpretasikan, menganalisis, dan menggunakan informasi dari beragam bentuk teks. Tes numerasi memetakan pemahaman siswa terhadap konsep matematika serta kemampuan mereka menerapkan konsep tersebut untuk menyelesaikan berbagai permasalahan kontekstual. Sementara itu, tes Bahasa Inggris mengukur kemampuan awal peserta didik dalam memahami dan menggunakan Bahasa Inggris sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti tes dengan tertib, serius, dan penuh tanggung jawab. Guru dan tim pendamping memastikan kesiapan peserta didik serta perangkat, memberikan arahan teknis, dan menjaga suasana tes tetap kondusif. Dukungan fasilitas laboratorium turut memungkinkan asesmen berbasis digital berjalan secara efektif.

Data untuk Pembelajaran yang Lebih Tepat Sasaran

Hasil tes diagnostik diharapkan memberikan data pemetaan kemampuan peserta didik yang objektif dan terukur. Sekolah dan guru dapat memanfaatkan data tersebut sebagai bahan evaluasi dalam merancang pembelajaran, memberikan pendampingan kepada siswa yang membutuhkan, serta menyusun program pengayaan bagi siswa yang telah mencapai kompetensi yang diharapkan.

Melalui kerja sama dengan Brain Academy, Nurul Fikri, dan English Academy, tes diagnostik ini tidak hanya menjadi sarana untuk mengukur kemampuan siswa, tetapi juga bagian penting dari proses evaluasi dan peningkatan kualitas pembelajaran di SMP Insan Rabbany.