Kembali ke daftar berita
Senin, 07 September 2026 Laporan Kegiatan

Uji Tahfizh 2026 SMP Insan Rabbany: Menjaga Kalam-Nya, Menumbuhkan Cahaya Al-Qur’an

Oleh Koesdini Sandrasofia, M.Pd.
Uji Tahfizh 2026 SMP Insan Rabbany: Menjaga Kalam-Nya, Menumbuhkan Cahaya Al-Qur’an

SMP Insan Rabbany menyelenggarakan Uji Tahfizh 2026 bagi peserta didik kelas VII dan VIII sebagai bentuk evaluasi sekaligus apresiasi atas perjalanan mereka dalam menghafal Al-Qur’an. Lebih dari sekadar mengukur jumlah ayat yang dikuasai, kegiatan ini menjadi ikhtiar sekolah untuk menumbuhkan generasi yang dekat dengan Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai cahaya penuntun dalam kehidupan.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi. Peserta didik kelas VII mengikuti uji tahfizh pada pukul 08.00–11.00 WIB, sedangkan sesi kelas VIII berlangsung pada pukul 13.00–15.00 WIB. Pembagian tersebut memberi setiap peserta ruang untuk melantunkan hafalan dengan tenang dan menunjukkan perkembangan yang telah dicapai.

Menguji Hafalan, Menghargai Perjuangan

Di hadapan orang tua, peserta didik melafalkan ayat-ayat yang telah mereka hafalkan. Mereka kemudian menjawab pertanyaan sambung ayat yang diajukan oleh orang tua. Setiap lantunan menjadi bukti kesungguhan, kesabaran, dan proses panjang dalam menjaga kalam Allah di dalam dada.

Di balik hafalan yang terdengar lancar, tersimpan waktu yang diluangkan untuk murajaah, ayat-ayat yang dibaca berulang kali agar melekat dalam ingatan, serta perjuangan untuk tetap istiqamah ketika proses menghafal terasa berat. Ketika ada ayat yang terlupa, peserta didik belajar untuk kembali mengingat dan melanjutkan dengan teguh.

Memperkuat Sinergi Sekolah dan Keluarga

Keterlibatan langsung orang tua menjadikan kegiatan ini semakin bermakna. Mereka tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan hafalan putra-putrinya. Orang tua dapat mendengarkan secara langsung ayat-ayat yang telah dipelajari, mengetahui perkembangan hafalan anak, serta memahami bagian yang masih perlu diperkuat dan dijaga.

Sekolah juga menyediakan ruang bagi orang tua untuk berkomunikasi mengenai perkembangan hafalan anak. Pertemuan ini menjadi jembatan yang mempererat sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendampingi peserta didik mencintai Al-Qur’an. Perjalanan menjadi ahli Al-Qur’an membutuhkan doa yang tidak terputus, bimbingan yang sabar, dan lingkungan yang senantiasa menghidupkan kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Uji Tahfizh menanamkan kesadaran bahwa hafalan Al-Qur’an bukan sekadar angka yang bertambah atau target yang harus dituntaskan. Hafalan adalah amanah yang perlu dijaga, ayat yang perlu dihidupkan, serta cahaya yang semestinya tercermin dalam akhlak dan perilaku sehari-hari. Karena itu, cita-cita menjadikan anak sebagai ahli Al-Qur’an tidak berhenti pada kemampuan menghafal, tetapi berlanjut pada kecintaan, pengamalan, dan keteladanan.

Suasana kegiatan berlangsung khidmat dan hangat. Ada kebanggaan ketika peserta didik mampu melantunkan hafalan dengan lancar, keteguhan saat mereka harus mengulang ayat yang terlupa, serta doa yang tumbuh di hati para orang tua agar putra-putrinya menjadi generasi yang akrab dengan Al-Qur’an dan menjadikannya sahabat sepanjang hayat.

Melalui Uji Tahfizh 2026, SMP Insan Rabbany berharap sinergi antara sekolah dan orang tua semakin kuat dalam mendampingi perjalanan spiritual peserta didik. Semoga setiap ayat yang dihafalkan menjadi pahala yang terus mengalir, setiap huruf yang dilantunkan menjadi cahaya, dan setiap ikhtiar menjaga hafalan menjadi jalan menuju kemuliaan.

Menjadi ahli Al-Qur’an bukan tentang seberapa cepat seseorang menyelesaikan hafalannya, melainkan seberapa setia ia menjaga ayat-ayat Allah di dalam dada dan menghadirkannya dalam setiap langkah kehidupan. Semoga dari ruang-ruang tempat anak-anak melantunkan ayat-Nya tumbuh generasi yang hatinya diluaskan oleh Al-Qur’an, lisannya dibasahi oleh ayat-ayat-Nya, akhlaknya dihiasi petunjuk-Nya, dan langkahnya senantiasa berada dalam naungan cahaya-Nya.